swallow licin

b03.jpgsetelah dilihat-lihat ternyata ban motorku sudah terlihat gundul, mungkin emang sudah waktunya untuk diganti. kebetulan sekarang ini motorku satria fu-150 tahun 2005 aseli built up dari negeri thailand. dulu motorku satri 120.. sekarang ini motor itu aq simpan baik-baik, maklum itu motor pertama yang aq miliki.. kembali soal ban tadi, sebelumnya motorku sering pakai ban merek battlax emang sih tu ban buat balap tapi soal performa tidak usah diragukan. tapi sekarang ini harga ban itu mahal banget.. makanya sekarang aq lagi cari-cari ban merek lain. banyak teman yang menyarankan untuk memakai ban fdr atau irc razzo, tapi itu ban juga buat balap. masalahnya aq mo ban yang awet buat harian, setelah lama-lama nyari akhirnya aq beli deh ban swallow delli tyre buat belakang ukuran 110/70 x 17. pertama make wuih lumayan mantap tu ban, apalagi pas cuaca lagi kering banget udah deh pasti nempel ke aspal, masalahnya timbul ketika hujan mulai mengguyur.. pertama sih aq masih pede geber fu dibawah guyuran hujan tapi semua berlalu ketika mulai menikung. yang dirasakan ban belakang geol-geol seolah ga punya daya cengkeram, untungnya masih bisa dikendalikan. akhirnya kapok juga kalau hujan makanya sekarang dibawa nyantai aja kalau sudah rintik-rintik. setelah kejadian itu mulai deh kepikiran untuk ganti ban lagi… yang mana ya???

8 thoughts on “swallow licin”

  1. @hendri

    iya bos, skarng aq jg pake fdr yang XR di motor harian. ternyata enak banget. trus kalau hujan ga pake goyang lagi tu ban belakang, enak banget bt nikung. (tapi cepat botak nih ban, maklum soft compound buat balap) tapi demi safety ga apa lah!!

  2. klo g seh dr dl ga pernah mau pakai ban standar karena licin banget,g selalu pakai battlax dan skrg g cobain ban FDR d motor harian gue ternyata enak juga tuh type yang gue pakai XR dan XT

  3. Tidak semua ban yang dipromosikan penjualnya cocok dikonsumsi kendaraan yang Anda miliki. Untuk itu, disarankan memperhatikan hal-hal penting yang tertera di dinding ban itu. Karenanya, sangat dianjurkan mengetahui bahasa ban yang dapat diketahui dari sejumlah angka dan huruf yang melekat pada dinding ban.

    Ukuran Ban:
    Setiap ban memiliki ukuran sendiri-sendiri. Untuk ukuran diameter ban (sering disebut ring) dapat dilihat dari kode R13 (untuk diameter 13 inci), R14 (14 inci), R16 (16 inci) dan seterusnya. Sedang telapak ban dapat dilihat dari angka-angka 225/50 yang berarti lebar telapak ban adalah 225 mm.

    Kecepatan maksimal:

    Masing-masing ban juga memiliki toleransi atau batas kecepatan penggunaan yang dianjurkan. Ketentuan ini dapat dibaca pada kode :

    Q (untuk kecepatan maksimal 160 km/jam)
    S (180 km/jam)
    T (190 km/jam)
    U (200 km.jam)
    H (210 km/jam)
    V (240 km/jam)
    W (270 km/jam)
    Y (300 km/jam)
    Z (di atas 240 km/jam).

    Daya cengkeram:
    Daya cengkeram sebuah ban terhadap permukaan jalan juga dapat diketahui. Yaitu dari kode huruf A, B dan C. Kode huruf A dapat diartikan memiliki daya cengkeram yang paling tinggi. Berikutnya baru B dan C.

    Daya tahan:
    Pada tiap ban terdapat suatu angka perbandingan yang menunjukkan ketahanan sebuah ban. Angka itu diperoleh berdasarkan hasil uji coba lapangan yang juga ditentukan pemerintah setempat. Misalnya angka 150 dapat diartikan dengan daya tahan yang lebih baik dari angka 100. Cuma, daya tahan ini sangat tergantung pada karakter pengemudi, kondisi jalan, pemeliharaan ban dan cuaca.

    QminkNov 3 2006, 11:44 AM
    UKURAN BAN

    • Kode 2,50
    Artinya lebar ban 2,50 inci
    • Ukuran dalam mm dan persen, Misal 70/90-17
    Artinya, lebar 70 mm dengan tinggi 90 persen dari 70 mm

    Jadi Tinggi (70/100) x 70 = 63 mm sedang angka 17 masih dalam satuan inci.

    JENIS KONSTRUKSI

    Jika membeli ban dan tanda ukuran ban tertulis 70/90-17, maka ban itu punya jenis konstruksi diagonal. Terbaca dari symbol (-) sebelum angka 17 nya. Tapi jika tanda itu tertulis ‘R’ maka artinya ban itu berjenis RADIAL.

    INDEX BATAS MAKSIMUM

    Dibelakang ukuran ban, biasanya ada angka seperti 38L, 41P atau 46S. Itu ada artinya, Huruf L, P dan S.

    S artinya speed symbol.
    Kalau L maksimum 120km/jam, P 150 km/jam.
    Sedang S bias 180 km/jam.

    Sementara angka didepan itu sesuai index batas berat. “Angka itu sudah ada table secara INTERNASIONAL. Misal, 38 artinya maksimum 132 kg, 41 artinya maksimum 145 kg atau 46 artinya maksimum 170 kg.

    Selain itu, ada pula tanda yang menyebutkan tekanan angina dalam satuan lbs. Misal, pada tulisan max load 375 lbs at 32 Psi Cold artinya ban tersebut mampu menahan berat maksimal 375 lbs (kurang lebih 170 kg) pada tekanan angina 32 psi saat kondisi ban dingin.

    ARAH ROTASI

    Sesuaikan arah panah ban rotasi menghadap ke depan. Sementara tanda seperti segitiga kecil-kecil yang ada di bibir ban adalah tanda keausan ban (biasanya ketebalan tanda itu 0,8 mm. Kalau tanda itu sudah kena artinya ban tersebut sudah aus (diharuskan untuk diganti dengan yang baru).

    TANDA BALANCE

    Satu lagi yang perlu diperhatikan para bikers adalah saat pemasangan ban. Selain harus rapi ratakan rime line atau garis pinggir ban, juga perlu perhatikan tanda balance. Ditandai segitiga KUNING. Artinya, disitu titik paling ringan dari tiap ban. Nah itu artinya harus di titik itu pula pentil ban dalam sejajar. Karena pentil ban adalah titik berat dari ban dalam.

    TANDA PEMBUATAN

    Kalau ada empat angka yang dibuletin dipinggir ban, itu artinya tanda kode pembuatan. “Misal dalam lingkaran ada nomor 4006, maka ban itu dibikin minggu ke 40 pada tahun 2006.

    Semoga bermanfaat buat temen² semua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s